Tes Lengkap Triumph Speed 400, Roadster 398 cc yang Ringan dan Bertenaga

Otomotif1 Views

Tes Lengkap Triumph Speed 400, Roadster 398 cc yang Ringan dan Bertenaga

Tes Lengkap Triumph Speed 400, Roadster 398 cc yang Ringan dan Bertenaga Triumph Speed 400 akhirnya resmi memasuki pasar Indonesia pada 2026 sebagai pintu masuk baru menuju keluarga sepeda motor Triumph. Motor ini menarik karena membawa desain Modern Classic khas merek Inggris tersebut, tetapi memakai mesin satu silinder yang lebih bersahabat untuk penggunaan sehari hari dibandingkan jajaran Triumph berkapasitas besar.

Triumph meluncurkan Speed 400 bersama Scrambler 400 X pada Indonesia International Motor Show 2026. Saat diperkenalkan, Speed 400 dipasarkan seharga Rp158,4 juta on the road DKI Jakarta. Harga tersebut menjadikannya salah satu Triumph paling terjangkau yang dijual resmi di Indonesia.

Di balik bentuknya yang sederhana tersimpan mesin 398 cc dengan tenaga 40 PS, throttle elektronik, traction control, ABS dua kanal, suspensi depan upside down, assist and slipper clutch, serta interval servis yang panjang. Kombinasi tersebut membuat Speed 400 menarik bukan hanya bagi pemilik motor besar yang mencari kendaraan harian, tetapi juga pengendara kelas 150 sampai 250 cc yang hendak naik kelas.

Desain Klasik tetapi Tidak Terlihat Tua

Speed 400 langsung mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga Triumph. Lampu depan bulat, tangki dengan lekukan tegas, mesin yang terlihat padat, jok memanjang, serta knalpot pendek menciptakan bentuk roadster yang bersih.

Triumph menyebut desain Speed 400 dikembangkan di Hinckley, Inggris. Bentuk tangki, profil mesin, detail kepala silinder, hingga jalur knalpot dirancang untuk membawa ciri Modern Classic tanpa membuat motornya terlihat seperti tiruan model lama.

Detail finishing menjadi salah satu bagian yang terasa menonjol. Cat tangki terlihat dalam, sambungan bodi cukup rapi, rumah sakelar terasa padat, sementara kabel dan selang tidak terlalu banyak terlihat dari sisi luar.

BikeWale dalam pengujian jalannya juga memberi penilaian tinggi pada kualitas perakitan Speed 400. Cat, plastik, sambungan pengelasan, dan perangkat kemudi dinilai mempunyai mutu yang mendekati motor Triumph dengan harga lebih tinggi.

Ukuran bodinya memang tidak sebesar yang mungkin dibayangkan dari motor hampir 400 cc. Justru hal tersebut menjadi keuntungan ketika Speed 400 digunakan di jalan kota. Motor terasa lebih mudah ditempatkan di antara kendaraan dibandingkan roadster dengan tangki lebar dan bobot lebih dari 200 kilogram.

Menurut penulis, kekuatan visual Speed 400 bukan pada ukuran besar, melainkan pada proporsi yang rapi. Motor tetap terlihat premium tanpa harus memaksa pengendaranya menghadapi bodi yang merepotkan di kemacetan.

Posisi Berkendara Mudah Diterima Banyak Pengendara

Begitu duduk di atas motor, karakter ramah Speed 400 langsung terasa. Setang cukup lebar tetapi tidak terlalu tinggi. Posisi pijakan kaki sedikit ke belakang, sedangkan tubuh pengendara tetap relatif tegak.

Triumph Indonesia menyebut tinggi jok Speed 400 hanya 790 mm. Bagian tengah motor juga dibuat ramping sehingga kaki tidak harus melebar jauh ketika berhenti. Susunan tersebut membantu pengendara dengan postur menengah menapakkan kaki lebih mudah ke permukaan jalan.

Bobot versi yang dipasarkan pada sejumlah pasar berada sekitar 170 kilogram dalam kondisi siap jalan. Angka ini membuat Speed 400 lebih mudah digeser dari tempat parkir atau dikendalikan ketika berjalan sangat lambat dibandingkan sebagian motor berkapasitas serupa.

Jok pengendara mempunyai permukaan cukup lebar dengan bantalan yang tidak terlalu keras. Area penumpang juga masih layak digunakan untuk perjalanan menengah. BikeWale bahkan membawa motor ini dalam perjalanan Pune menuju Mumbai dan menilai posisi duduknya tetap nyaman dalam perjalanan panjang.

Posisi tersebut membuat Speed 400 cocok untuk perjalanan kantor, berkeliling kota, maupun perjalanan akhir pekan tanpa memaksa pergelangan tangan menahan terlalu banyak bobot tubuh.

Mesin Satu Silinder 398 cc Menjadi Pusat Perhatian

Triumph menggunakan mesin TR Series berkapasitas tepat 398,15 cc. Mesin satu silinder tersebut memakai pendingin cairan, empat katup, kepala silinder DOHC, injeksi elektronik Bosch, serta throttle elektronik.

Tenaga maksimumnya mencapai 40 PS pada 8.000 rpm, sedangkan torsi puncak 37,5 Nm hadir pada 6.500 rpm. Tenaga diteruskan melalui transmisi enam percepatan dan assist and slipper clutch.

Mesin ini tidak meminta pengendara selalu bermain pada putaran tinggi. Pada putaran bawah, tarikannya sudah cukup untuk mengikuti arus lalu lintas. Ketika jarum putaran mulai naik, tenaga mengisi lebih kuat pada area tengah.

BikeWale mencatat mesin mempunyai tarikan bawah yang baik untuk kota serta tenaga tengah yang kuat ketika memasuki jalan bebas hambatan. Respons tersebut membuat pengendara tidak terlalu sering menurunkan gigi ketika hendak menyalip.

Autocar India menemukan karakter serupa ketika membandingkannya dengan KTM 390 Duke. Speed 400 mampu mencatat akselerasi dalam gigi yang sangat baik karena tenaga mudah diperoleh tanpa harus selalu membawa mesin menuju putaran paling tinggi.

Tarikan Tengah Menjadi Bagian Paling Menyenangkan

Putaran menengah menjadi wilayah terbaik bagi Speed 400. Ketika throttle dibuka dari sekitar 4.000 rpm, motor mulai terasa hidup dan memberikan dorongan yang cukup kuat untuk kelasnya.

Karakter tersebut cocok untuk jalan Indonesia. Pada lalu lintas antarkota, pengendara sering harus memperlambat motor di belakang kendaraan lain sebelum kembali berakselerasi untuk menyalip.

Speed 400 tidak meminta terlalu banyak persiapan. Selama posisi gigi tidak terlalu tinggi, bukaan gas langsung menghasilkan dorongan yang terasa.

BikeWale dalam pengujian jalan menyebut motor mampu bergerak melewati 135 km per jam tanpa kesulitan berarti. Pengujian pertama di lintasan Bajaj bahkan sempat menunjukkan angka 170 km per jam pada speedometer, meskipun angka tersebut bukan kecepatan GPS sehingga tidak dapat dianggap sebagai kecepatan sebenarnya.

Untuk penggunaan normal, kemampuan mempertahankan kecepatan 90 sampai 110 km per jam jauh lebih relevan dibandingkan mengejar kecepatan tertinggi.

Getaran Mulai Terasa Saat Putaran Meninggi

Sebagai mesin satu silinder berkapasitas hampir 400 cc, Speed 400 tidak sepenuhnya bebas getaran. Pada putaran rendah dan menengah, mesin terasa cukup halus. Getaran mulai lebih jelas ketika putaran dinaikkan terus menerus.

BikeWale menilai tingkat suara dan getaran relatif terkendali dalam pemakaian normal. Namun, pengujian lain menemukan getaran mulai masuk melalui pijakan kaki ketika putaran melewati sekitar 6.000 rpm.

Autocar India pada penilaian terbarunya juga menyebut getaran dapat dirasakan melalui setang, jok, pijakan kaki, dan tangki ketika kecepatan berada di atas sekitar 105 sampai 110 km per jam.

Karena itu, Speed 400 lebih menyenangkan ketika digunakan sebagai roadster daripada dipaksa menjadi motor perjalanan cepat dalam waktu berjam jam.

Pada kecepatan sekitar 90 sampai 100 km per jam, mesin masih berada di wilayah yang relatif nyaman. Ketika pengendara terus mempertahankan kecepatan tinggi, karakter satu silinder mulai lebih terasa.

Transmisi Enam Percepatan Mudah Digunakan

Transmisi enam percepatan mempunyai rasio yang disusun untuk memanfaatkan tenaga tengah mesin. Gigi satu dan dua cukup mudah dikendalikan dalam kecepatan rendah, sedangkan gigi berikutnya menjaga mesin tetap berada dalam rentang tenaga.

Assist clutch membuat tuas kopling relatif ringan. Fitur slipper juga membantu mengurangi kemungkinan roda belakang melompat ketika pengendara melakukan penurunan gigi dengan agresif.

Triumph menjelaskan sistem torque assist clutch dirancang untuk mengurangi tenaga tangan saat menarik kopling, terutama ketika menghadapi kondisi stop and go. Sistem yang sama membantu menjaga roda belakang saat downshift.

Dalam pengujian BikeWale, perpindahan gigi dinilai cukup baik, meski beberapa perpindahan ke gigi lebih tinggi masih dapat terasa sedikit lebih halus. Keluhan itu tidak sampai mengganggu penggunaan sehari hari.

Pengendara yang sebelumnya memakai motor 150 cc kemungkinan membutuhkan waktu singkat menyesuaikan respons throttle dan besarnya torsi. Setelah terbiasa, pengendalian pada kecepatan rendah tidak terasa menakutkan.

Suspensi Menjadi Salah Satu Nilai Terkuat

Bagian depan menggunakan garpu upside down Big Piston berdiameter 43 mm. Suspensi belakang memakai monoshock gas dengan reservoir eksternal dan penyetelan preload.

Pada spesifikasi global Speed 400, perjalanan suspensi depan mencapai 140 mm dan belakang sekitar 130 mm. Pelek aluminium 17 inci dipasang pada kedua ujung.

Setelan suspensinya lebih mengutamakan kenyamanan daripada kekakuan balap. Jalan bergelombang, sambungan beton, dan lubang kecil dapat dilewati tanpa mengirim pukulan berlebihan menuju punggung.

Autocar India menilai karakter suspensinya cukup lembut, tetapi tetap mampu menjaga motor stabil pada sebagian besar kondisi jalan. Batasnya baru lebih mudah terasa ketika motor dipaksa menikung sangat cepat.

ZigWheels juga menemukan Speed 400 mampu melewati lubang dan permukaan bergelombang dengan baik tanpa menghasilkan hentakan keras.

Setelan seperti ini terasa sesuai untuk jalan Indonesia yang sering berubah kualitas hanya dalam jarak beberapa kilometer.

Handling Ringan dan Cepat Berubah Arah

Wheelbase yang relatif pendek membantu Speed 400 bergerak lincah. Motor dapat diarahkan menuju celah lalu lintas tanpa membutuhkan tenaga besar pada setang.

Setang lebar memberikan leverage yang baik ketika motor dibelokkan. Pengendara bisa memindahkan arah dengan sedikit tekanan tangan, sedangkan ban 17 inci menjaga respons kemudi tetap cepat.

BikeWale menguji motor di jalan kota dan jalur berkelok. Hasilnya, Speed 400 dinilai mudah mengikuti perintah pengendara dan stabil ketika melewati tikungan.

Bagian depan memang dapat terasa sedikit berat ketika melakukan putar balik sangat sempit. Namun, bobot keseluruhannya masih mudah dikendalikan selama pengendara tidak kehilangan keseimbangan pada kecepatan sangat rendah.

Motor juga stabil ketika berjalan lurus dengan kecepatan tinggi. Suspensi lembut tidak langsung membuat bodi mengayun selama input setang diberikan dengan halus.

Menurut penulis, Speed 400 paling menarik saat digunakan di jalan berkelok dengan kecepatan wajar. Tenaga mesin mudah dipakai dan sasis tidak menuntut kemampuan setingkat pengendara lintasan untuk bisa dinikmati.

Pengereman Sudah Didukung ABS Dua Kanal

Roda depan memakai cakram 300 mm dengan kaliper radial, sedangkan belakang menggunakan cakram 230 mm. Bosch ABS bekerja pada kedua roda.

Pengujian BikeWale menemukan pengereman mempunyai karakter yang mudah diprediksi dengan respons tuas yang jelas. ABS juga tidak terlalu cepat masuk ketika permukaan jalan masih mempunyai cengkeraman baik.

Namun, beberapa penguji lain menilai gigitan awal rem depan dapat dibuat lebih kuat jika motor sering digunakan agresif. ZigWheels, misalnya, menganggap kemampuan rem cukup untuk karakter retro roadster, tetapi menginginkan respons awal lebih tajam karena kemampuan mesinnya cukup tinggi.

Bagi penggunaan harian, karakter progresif justru mempermudah pengendara yang baru berpindah dari motor kecil. Tuas tidak langsung memberi pengereman sangat keras hanya dengan sedikit tekanan.

Traction control menjadi lapisan keselamatan tambahan. Sistem dapat dimatikan melalui pengaturan ketika pengendara memang membutuhkannya. Triumph juga memasang sensor standar samping yang akan mematikan mesin dalam kondisi tertentu.

Konsumsi Bahan Bakar Masih Masuk Akal

Tangki Speed 400 mampu membawa 13 liter bensin. Untuk mesin 398 cc dengan tenaga 40 PS, konsumsi bahan bakarnya tergolong cukup baik.

Autocar India mencatat 30,67 km per liter dalam pengujian kota dan 33,57 km per liter saat pengujian jalan bebas hambatan dengan metode mereka.

BikeWale mendapatkan angka gabungan sekitar 29,88 km per liter. Dengan kapasitas tangki 13 liter, jangkauan teoritis dapat mendekati 390 kilometer, meski jarak sebenarnya akan berubah mengikuti gaya berkendara, beban, kemacetan, serta kecepatan.

Angka sekitar 28 sampai 32 km per liter lebih masuk akal dijadikan perkiraan sehari hari daripada mengharapkan angka maksimum dari pengujian.

Pengendara yang sering memainkan putaran tinggi tentu akan melihat konsumsi lebih besar. Sebaliknya, perjalanan stabil pada kecepatan menengah dapat membuat satu tangki bertahan cukup lama.

Panel Instrumen Sederhana tetapi Informasinya Lengkap

Speed 400 tidak mengikuti tren layar TFT besar. Triumph memilih kombinasi speedometer analog berbentuk bulat dan layar LCD.

Layar menampilkan posisi gigi, putaran mesin, indikator bahan bakar, odometer, trip meter, serta informasi dasar lain. Desain tersebut sesuai dengan bentuk Modern Classic yang diusung.

Seluruh pencahayaan sudah menggunakan LED. Lampu depan membawa Daytime Running Light khas Triumph, sedangkan stoplamp dan indikator juga menggunakan LED.

Soket USB C tersedia untuk mengisi daya telepon atau perangkat navigasi. Triumph juga menyiapkan kelistrikan agar dapat menerima aksesori seperti heated grip.

Kekurangannya adalah absennya konektivitas telepon dan navigasi bawaan. BikeWale memasukkan keterbatasan fitur sebagai salah satu bagian yang masih dapat ditingkatkan.

Bagi pengendara yang lebih membutuhkan pengalaman berkendara daripada layar penuh menu, pendekatan sederhana tersebut justru dapat terasa menyenangkan.

Speed 400 Nyaman untuk Kota, Cukup Kuat untuk Keluar Kota

Dalam penggunaan perkotaan, karakter Speed 400 terasa paling sesuai. Posisi duduk santai, kopling ringan, tenaga bawah memadai, dan sasis ramping membuat motor tidak merepotkan di antara kendaraan.

Ketika jalan mulai terbuka, tenaga tengah memberi kemampuan menyalip yang jauh lebih besar daripada motor komuter. Pengendara tidak harus membawa mesin ke batas putaran setiap kali membutuhkan percepatan tambahan.

Untuk perjalanan luar kota, kecepatan jelajah sekitar 90 sampai 100 km per jam terasa lebih sesuai. Tidak adanya fairing membuat tekanan angin langsung mengenai dada ketika kecepatan bertambah.

Triumph menyediakan aksesori windscreen bagi pengguna yang sering menempuh perjalanan jauh. Pilihan lain mencakup top box, rak barang, tank bag, engine bar, pelindung radiator, serta berbagai aksesori resmi.

Interval servis resmi mencapai 16.000 kilometer atau 12 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Interval panjang tersebut menjadi salah satu nilai menarik di atas kertas, meski jadwal pemeriksaan tambahan tetap perlu mengikuti buku pemilik dan kondisi penggunaan.

Harga Rp158,4 Juta Membuatnya Masuk Kelas Premium

Speed 400 resmi diperkenalkan di Indonesia dengan harga Rp158,4 juta on the road Jakarta. Data harga yang masih ditampilkan pada 2026 juga berada pada angka tersebut.

Harga itu jelas jauh lebih tinggi dibandingkan motor 400 cc yang dipasarkan sebagai produk volume di beberapa negara. Struktur pajak, biaya distribusi, serta posisi Triumph sebagai merek premium membuat perbandingan harga dengan pasar India tidak dapat dilakukan secara langsung.

Pembeli memperoleh mesin bertenaga 40 PS, suspensi upside down, traction control, ABS, throttle elektronik, slipper clutch, lampu LED, serta kualitas finishing yang kuat.

Namun, calon konsumen juga perlu mempertimbangkan jaringan layanan. Triumph menunjuk Nusantara Group sebagai distributor resmi mulai Februari 2026 dan pada saat peluncuran menyampaikan rencana penambahan sembilan dealer.

Bagi pemilik di luar kota besar, jarak menuju bengkel resmi dan ketersediaan suku cadang perlu diperiksa sebelum membeli.

Pengendara yang Paling Cocok dengan Triumph Speed 400

Speed 400 terasa paling tepat bagi pengendara yang menginginkan motor berkarakter premium tetapi tidak membutuhkan ukuran besar. Tenaganya cukup kuat untuk perjalanan antarkota, tetapi pengendaliannya tetap mudah untuk kegiatan harian.

Pengguna motor 150 sampai 250 cc yang hendak naik kelas akan mendapatkan peningkatan performa yang terasa jelas tanpa harus langsung berhadapan dengan mesin dua atau tiga silinder berdaya jauh lebih besar.

Pengendara berpengalaman juga dapat menikmatinya sebagai motor kedua. Bobot ringan membuat Speed 400 lebih mudah dikeluarkan dari garasi untuk perjalanan singkat daripada motor berkapasitas besar.

Keterbatasannya berada pada getaran ketika kecepatan terus dinaikkan, perlindungan angin yang hampir tidak ada, serta kelengkapan elektronik yang lebih sederhana dibandingkan sejumlah motor sport modern.

Untuk perjalanan kota, jalan berkelok, serta touring dengan kecepatan menengah, karakter tersebut justru membuat Speed 400 terasa seimbang. Mesin mempunyai tenaga yang cukup untuk dinikmati, tetapi pengendara tetap dapat menggunakan sebagian besar kemampuannya tanpa harus menunggu jalan kosong atau lintasan balap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *